Jumat, 18 Februari 2011

Beberapa Daftar Kode Blue Screen XP dan Solusinya

Attempted Write To Readonly Memory (stop code 0X000000BE)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Dan cari driver yang sesuai dengan Operating System-nya.

Bad Pool Caller (stop code 0X000000C2)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Selain itu error ini juga dapat disebabkan oleh hardware yang rusak/cacat. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

Data Bus Error (stop code 0X0000002E)
Masalah ini biasanya disebabkan karena ada kerusakan/cacat pada hardware, biasanya adalah memory. Selain cacat pada memory bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk, ganti hardwarenya…

Driver IRQL Not Less Or Equal (stop code 0X000000D1)
Disebabkan drivers mengakses hardware address yang tidak sesuai. Bisa juga disebabkan karena masalah seperti pada “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.

Driver Power State Failure (stop code 0X0000009F)
Disebabkan tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Atau coba men-disable “Windows’ support for power management”.

Driver Unloaded Without Cancelling Pending Operations (stop code 0X000000CE)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.

Driver Used Excessive Ptes (stop code 0X000000D)
Lihat pada masalah “No More System PTEs,” di bawah.

Hardware Interrupt Storm (stop code 0X000000F2)
Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.

Inaccessible Boot Device (stop code 0X0000007B)
Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted). Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini munculketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

Kernel Data Inpage Error (stop code 0X0000007A)
Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.

Kernel Stack Inpage Error (stop code 0X00000077)
Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di atas.

Kmode Exception Not Handled (stop code 0X0000001E)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.

No More System PTEs (stop code 0X0000003F)
Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus.
Apabila error tersebut sering muncul, coba untuk menambah alokasi untuk PTEs pada Windows dengan cara sebagai berikut:I
·Buka Registry Editor.
·Lihat pada: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management
·Double-click pada PagedPoolSize , masukkan value-nya 0 , klik OK.
·Kemudian double-click pada SystemPages. Jika menggunakan beberapa monitor sekaligus masukkan valuenya 36000. Selain itu masukkan valuenya 40000 jika RAM sebesar 128MB atau kurang. Jika RAM 128MB atau lebih masukkan valuenya 110000.
·Setelah selesai, klik OK, tutup Registry Editor dan restart komputernya. when you’re done. The change will take effect when you restart Windows.

NTFS File System (stop code 0X00000024)
Error disebabkan adanya masalah yang dilaporkan oleh Ntfs.sys (driver yang berfungsi untuk membaca dan menulis NTFS). Jika masih menggunakan file system FAT 32, error message yang timbul akan mirip (stop code 0X00000023). Masalah ini bisa diatasi dengan mengganti hardisk anda.

Page Fault In Nonpaged Area (stop code 0X00000050)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas.

Status Image Checksum Mismatch (stop code 0Xc0000221)
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.
Solusi 1 : Anda dapat menggunakan Driver Rollback atau System Restore dari safe mode, untuk mengembalikan driver sebelumnya. Anda juga dapat menggunakan Windows XP Professional pemulihan fitur seperti Konfigurasi Baik Terakhir yang Diketahui pilihan startup, Cadangan, atau Automated System Recovery untuk mengembalikan konfigurasi bekerja sebelumnya. Setelah mengembalikan dari media backup, anda mungkin perlu mengajukan permohonan kembali service pack atau hotfix, tergantung pada saat backup dilakukan.
Solusi 2 : Jika pesan Stop nama file tertentu, cobalah menggantinya secara manual dengan salinan dari Windows XP Professional sistem operasi CD dengan mode aman atau Recovery Console. Untuk sistem yang menggunakan FAT16 atau sistem file FAT32, Anda memiliki pilihan untuk menggunakan Windows 98 atau Windows Millennium Edition Emergency Boot Disk untuk mengakses hard disk.
Jika file asli dari CD sistem operasi memiliki nama file yang berakhir dengan tanda garis bawah (_) karakter, Anda tidak dapat menggunakan file sampai terkompresi. Konsol Pemulihan’s Salin perintah ini sangat ideal untuk menyalin file terkompresi karena mendeteksi dan memperluas mereka. Jika Anda tidak menentukan nama file tujuan, Anda harus mengubah nama file diperluas dengan ekstensi yang benar sebelum menggunakannya. Dari safe mode atau Recovery Console, Anda dapat menggunakan perintah Expand uncompress dan menyalin file ke lokasi tujuan. Dalam Recovery Console, file yang diperluas diberi nama yang benar setelah disalin ke lokasi tujuan. Untuk informasi lebih lanjut tentang Expand Menyalin atau perintah, lihat Windows XP Help and Support Centre.

Status System Process Terminated (stop code 0Xc000021A)
Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.

Unexpected Kernel Mode Trap (stop code 0X0000007F)
Umumnya error ini disebabkan karena memory yang cacat, kerusakan motherboard atau temperatur prossesor yang tinggi (biasanya terjadi karena overclocking).

Unmountable Boot Volume (stop code 0X000000ED)
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,”

Senin, 10 Mei 2010

Instal w7 lewat HDD external portable

Cara ini lebih gampang daripada install dari UFD, ga pake program tambahan segala, & lbh cepet.
File2 di HDD ext pun ga usah di apus dulu (tp sebaiknya dibuat backup dulu lah, buat jaga-jaga aja)
Langsung ajalah caranya, disini saya pakai contohnya DVD windows 7:
1. Copy aja semua isi DVD installer windows ke dalam HDD ext. (copy ke root, jgn dimasukin ke folder)
(Kalo yg dvdnya msh file *.iso, mount dulu pk daemon/alcohol)

2. Setelah dicopy semua, rename file “bootmgr” di HDD ext jadi “ntldr”














3. Buka ctrl panel->administrative tools-> computer management->disk management, arahkan ke partisi HDD ext. klik kanan pilih “mark partition as active”












4. Restart komputer & masuk ke bios.

5. Arahkan bios untuk first booting dari HDD ext, abis tu save & exit deh. (intinya, cari dibagian boot, first boot diganti ke HDD ext)

6. Setelah itu komputer akan boot dr HDD ext. anda dan instalasi windows pun mulai.

7. Install seperti biasa anda menginstall windows dari CD/DVD.

(kalau instalasi windows sudah sampai tahap restart, segera ganti setting bios utk first boot device dari HDD PC anda, jgn ke HDD ext lagi, & HDD ext. nya jgn dicabut dulu)

8. Habis restart, instalasi pun akan berlanjut. (Kalau misalkan instalasi windows menanyakan source, browse saja ke HDD ext.)

9. Lanjutkan instalasi sampai selesai, beres deh.




Senin, 03 Mei 2010

Generic Host Process for Win32 Services

Berikut ada beberapa Tips And Trik mengatasinya :

Cara Pertama
1. Buka registry editor, start – run – ketik regedit – ok
2. Trus masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Services\NetBT\Parameter
3. Cari TransportBindName trus klik 2x, Kosongin aja value nya kemudian Ok
4. Masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\OLE
5. Cari EnableDCOM klik 2x, dari Y ganti ke N ya trus Ok
Terakhir tutup regedit nya kemudian restart komputer nya

Sabtu, 24 April 2010

Mencari Driver hardware tanpa software (need inet)

1. Buka Device Manager....
cara nya : buka my computer>>klik kanan>>properties>>hardware>>device manager

2. Setelah itu, klik kanan pada driver yg masih tanda tanya
3. Trus pilih properties>>detail
4. Copy tulisan yang ada di dalam textbox
5. Buka alamat ini : devid.info
6. Pastekan di dalam textbox dan klik ok
7. Pilih driver yang terbaru
8. Download

Maap kalau REPOST gan b^^d

Instal W7 lewat USB

Cara membuat agar FD (Flash Disk) bisa dibuat booting ternyata cukup mudah, kita hanya tinggal mengetikkan perintah berikut di CMD (Command Prompt) :

DISKPART
LIST DISK
SELECT DISK (Nomer urut USB)
CLEAN
CREATE PARTITION PRIMARY
SELECT PARTITION 1
ACTIVE
FORMAT FS=NTFS (tunggu proses format yang lumayan gak cepat)
ASSIGN
EXIT

Setelah itu cmdnya jangan diclose dulu tapi lakukanlah langkah penting berikut :

1. Masuk ke path tempat dvd installer vista/7 berada, misal F:

2. lalu masuk ke direktori boot dengan perintah : CD BOOT
3. Kemudian jalankan perintah berikut : BOOTSECT.EXE /NT60 PATH_USB

Contoh : BOOTSECT.EXE /NT60 G:

Dengan langkah-langkah di atas maka FD akan bisa dibuat booting di awal untuk menggantikan CD/DVD (wez gak usum). :p

langkah terakhirnya adalah dengan meng-copy semua file yang ada di DVD installer Vista/7 ke dalam FD. ^^,

Minggu, 11 Oktober 2009

Mengatasi NTLDR missing....

WINDOWS XP
Mengatasi masalah NTLDR Missing di windows XP sedikit lebih mudah karena Win XP memiliki opsi repair dalam bootable installer CD nya jadi gak perlu bikin-bikin boot disket. Yang harus anda lakukan adalah

* Set bios komputer anda supaya first boot nya adalah CD drive.
* Masukan CD Installer Windows XP anda, Kemana??? tentu saja ke CDROM/DVDROM Drive bukan ke tempat yang lain.
* Boot komputer anda
* Ketika pilihan press anykey to boot from CD silahkan pijit tombol apa saja, tapi ingat tombol yang ada di keyboard ya bukan tombol kamera digital anda apalagi tombol HP.
* Setelah masuk ke setup menu, nanti ada pilihan untuk tekan R untuk repair, anda tekan huruf R di keyboard anda untuk masuk ke Repair command line.
* Ketika masuk tunggu sebentar jangan langsung enter kecuali kalau anda ingin reboot :P
* Apabila ditanyakan system mana yang mau anda perbaiki biasanya ada pilihan nomor 1 C:\Windows seperti itu pilih 1 dan enter.
* Nanti anda akan ditanyakan password Administrator komputer anda silahkan di isi dan enter
* Setelah berhasil login silahkan copy NTLDR dan NTDETECT.COM dari CD installer anda. Sebelumnya pastikan dulu apa nama drive CD/DVD anda. Saya contohkan disini bernama E:

copy e:\i386\ntldr c:\
copy e:\i386\ntdetect.com c:\

* Apabila sudah selesai silahkan keluar dari editor dan restart komputer anda
* Jangan lupa untuk set boot order anda menjadi Harddisk pertama.
* Selesai.

Rabu, 13 Mei 2009

KODE RAHASIA pada HP MU

Sepertinya kode-kode di bawah ini sangat diperlukan oleh para teknisi handphone/ponsel. Karena pada tabel di bawah ini disebutkan beraneka kode yang ada di NOKIA dan SONY ERICKSON, yang bisa dipergunakan untuk memperbaiki, maintain ponsel Anda. Bila Anda bukan teknisi HP, kayaknya perlu tahu juga mengenai ini, karena penting juga buat kita bro, supaya entar tidak ditipu oleh penjual HP.. He..He..He..

~Nokia~

Sepertinya kode-kode di bawah ini sangat diperlukan oleh para teknisi handphone/ponsel. Karena pada tabel di bawah ini disebutkan beraneka kode yang ada di NOKIA dan SONY ERICKSON, yang bisa dipergunakan untuk memperbaiki, maintain ponsel Anda. Bila Anda bukan teknisi HP, kayaknya perlu tahu juga mengenai ini, karena penting juga buat kita bro, supaya entar tidak ditipu oleh penjual HP.. He..He..He.. NOKIA

*#30# : Menampilkan private number
*#73# : Mereset timer ponsel n skor game
*#7780# : back to factory setting
*#2820# : alamat IP bluetooth
xx# : Mengakses cepat ke no.telp di phone book ponsel. ex:20#
*3370# : Mengaktifkan enhanced full rate codec(EFR): ponsel memakai kualitas suara terbaik namun boros baterai
#3370# : non aktif EFR
*#4720# : Mengaktifkan half rate codec(HRC): kualitas suara rendah tapi hemat baterai 30%
*#4720# : non aktif HRC
*#0000# : Menampilkan versi software
*#9999# : alternatif dari *#0000#
*#06# : Melihat No. IMEI
*#21# : Cek no.pengalihan “all calls”
*#2640# : Menampilkan kode pengaman ponsel
*#43# : Cek status call waiting
*#61# : Cek no.pemangil yg dialihkan ketika tak di jawab
*#62# : Cek no.pemangil yg dialihkan ketika di luar jangkauan
*#67# : Cek no.pemangil yg dialihkan ketika sibuk
**21*number# : Menghidupkan pengalihan “all calls” pd no. Yang diisi
**61*number# : Menghidupkan pengalihan “no reply” pd no. Yang diisi
*#67*number# : Menghidupkan pengalihan “on busy” pd no. Yang diisi
*#67705646# : Mengganti operator logo pd N3310&3330
*#746025625# : Menampilkan status sim clock.jika ponsel mendukung fitur hemat energi akan keluar tulisan “SIM CLOCK STOP ALLOWED” artinya akan mendapat waktu standby lebih panjang
*#7760# : Menampilkan kode pabrikan
*#92702689# : Menampilkan SN , Tanggal buat dll
Catatan
1. Ada beberapa kode yang hanya jalan di tipe ponsel tertentu
2. Saya tidak bertanggung jawab atas kerusakan ponsel yg diakibatkan kode tersebut di atas.

Sumber: Tabloid Pulsa


SONY ERICCSON

*#06# : Cek IMEI
*#0000# : Mereset bahasa kembali ke English
> * < < * < * : Service Menu
< * * < : Mengunci SIM CARD ( jangan mengunci jika anda tidak mengetahui kode “unlock”. jika SIM card terkunci tidak dapat ganti kartu)

Sumber: Berbagai Sumber

Gimana?? ^^
 
Counter Powered by  RedCounter